Minggu, 11 Mei 2014

Membentuk Manusia Budaya

Membentuk Pola Pikir Manusia Budaya
 KATA PENGANTAR
         Puji serta syukur penulis panjatkan kepada kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmah, taufiq serta hidayah-Nya sehingga penulis bisa menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Peran Budaya Dalam Membentuk Pola Pikir Manusia” yang merupakan salah satu tugas pertama dari mata kuliah Ilmu Budaya Dasar.
Dalam tugas makalah ini membahas mengenai mengidentifikasikan tulisan, latang belakang, tujuan, manfaat bagi pembaca, membuat kesimpulan, dan saran dalam makalah. Serta disusun berdasarkan dengan materi-materi yang ada dan berdasarkan kejadian serta aktifitas masyarakat Indonesia pada setiap harinya. Materi-materi yang dibuat bertujuan agar pembaca nantinya bisa lebih memahami hubungan antara manusia dan kebudayaan yang ada saat ini.
Penulis menyadari bahawa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan atas segala kekurangannya. Dan penulis pun berharap semoga makalah ini dapat menambah ilmu pengetahuan bagi semua, dan akhir kata penulis berharap bahwa yang akhirnya nanti makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca yang membacanya.
Depok, 11 MEI 2014


                                                                                                                             
BAB I
PENDAHULUAN
1.1       Latar Belakang
Pada zaman era globalisasi ini banyak sekali terjadinya perkembangan dalam suatu kehidupan manusia pada sehari-harinya, termasuk dalam hal kebudayaan manusia. Manusia tidak akan terlepas dari budaya pada setiap harinya yang mereka lakukan untuk menyempurnakan suatu kebutuhan hidupnya dengan berbagai cara yang berbeda-beda.
Dalam kurung waktu 1 tahun manusia akan menemukan sebuah kebudayaan yang baru entah itu dari luar negeri maupun dari dalam negeri sendiri, dan dalam seketikapun kebudayaan itu akan berubah dan tersebar luaskan melalui media cetak maupun media elektronik. Oleh karena itu disini penulis akan menjelaskan akan berbagai hal mengenai Peran Budaya Dalam Membentuk Pola Pikir Manusia.
1.2       Tujuan Penulisan
Pada tugas makalah ini bertujuan agar para pembaca nantinya bisa memahami pengertian dari budaya dan hubungan manusia dengan kebudayaan, dan memahami bahwa manusia tidak bisa terlepas dari kebudayaan pada setiap harinya.
1.3       Ruang Lingkup Masalah
Dalam ruang lingkup masalah ini dapat dilihat dalam setiap aktifitas antara hubungan manusia dengan kebudayaan yang dilakukan setiap harinya.
1.4       Metodologi Penulisan
Metode yang digunakan adalah metode deskripsi analisis. Yang dimaksud dengan metode deskripsi analisis adalah metode yang memberikan gambaran-gambaran secara objektif, menguraikannya serta membahasnya secara lengkap tentang pembuatan makalah yang berjudul “Peran Budaya Dalam Membentuk Pola Pikir Manusia”.
1.5       Sistematika Penulisan
Adapun sistematika penulisan dalam project ini yaitu :
·        BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi latar belakang penulisan, tujuan penulisan, ruang lingkup masalah, metodologi penulisan, dan sistematika penulisan.
·        BAB II PEMBAHASAN
Pada Bab ini yang akan membahas dari segi pengertian budaya dan segala hal yang berkaitan dengan Peran Budaya Dalam Membentuk Pola Pikir Manusia.
·        BAB III PENUTUP
Bab ini terdapat kesimpulan dari keseluruhan isi makalah ini serta saran bagi penulis untuk pembaca.
·        DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka berisi sumber-sumber materi yang di ambil untuk membuat makalah ini.


BAB II 
PEMBAHASAN
2.1    Pengertian Budaya
Budaya adalah suatu kegiatan rutinitas yang dilakukan berulang-ulang setiap harinya pada sebuah kelompok dan diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya. Dan budaya juga terbentuk dari berbagai unsur salah satunya yaitu dari Politik, Agama, dan Adat Istiadat disetiap daerah dari berbagai penjuru dunia. Tidak hanya itu saja mulai dari cara berpakaian, musik, tarian, makanan, tempat tinggal (rumah) yang ditempati, dan juga bahasa yang kita digunakan sehari-hari. Dan seperti yang kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak akan terlepas dari beberapa hal tersebut yaitu dari bahasa yang digunakan sehari-hari, desain rumah yang digunakan pada suatu daerah tertentu, cara berpakaian yang berbeda-beda pada setiap daerah. Ada pun juga beberapa masyarakat yang kesulitan akan memahami kebudayaan lain saat mengunjungi suatu daearah yang berbeda, terutama di negara Indonesia yang terkenal dengan berbagai macam kebudayaan yang terdapat didalamnya. Jadi tidak heran semua masyarakat di Indonesia memahami atau mengerti disuatu wilayah dengan kebudayaan yang berbeda-beda.
Pengertian kebudayaan
Dalam hubungan yang khass itu, manusia mengungkapkan kesadaran dan kebebasannya kedalam alam mamterial. Ia adalah makhluk budaya. Maka Kebudayaan dapat di identifikasikan sebagai hasil pengungkapan manusia ke dalam materi sejauh di terima dan dimiliki oleh suatu masyarakat dan menjadi warisanya. Kata materi harus di mengerti dalam arti luas, Sehingga Mencakup juga badan dan relasi-relasi dengan orang lain
Dalam aktifitas sehari-hari kebudayaan tak akan lepas dengan hubungan masyarakat dan Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski menamakan hal tersebut dengan istilah Cultural-Determinism yang artinya segala sesuatu yang ada dalam masyarakat itu ditentukan oleh kebudayaan yang dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Ada pun yang beberapa pendapat lainnya yaitu :
·        Herskovits memandang suatu kebudayaan sebagai segala sesuatu yang bersifat turun temurun dari satu generasi ke generasi lainnya, yang kemudian disebut sebagai superorganic.
·        Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mencakup dari beberapa aspek kehidupan yaitu: sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain.
·        Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat seseorang sebagai anggota masyarakat.
·        Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
2.2     Komponen Biaya
Ada pun beberapa komponen dalam budaya di antaranya yaitu :
·        Material
Dalam komponen ini mengarah pada sebuah benda atau segala hal yang nyata di ciptakan oleh manusia (konkret). Komponen ini berupa barang-barang yang digunakan oleh manusia pada setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti rumah, pakaian dsb.
·        Non material
Pada aspek ini kebudayaan non material berupa buatan manusia yang sifatnya abstrak yang di wariskan dari generasi ke generasi, dan kebudayaan non materi ini bias juga di dapatkan dari sekolah karena yang di maksud non material itu seperti cerita-cerita (sejarah) pada suatu daerah, dongeng, maupun lagu tradisional.
·        Lembaga sosial
Lembaga social dan pendidikan memberikan peran yang banyak dalam kontek berhubungan dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem social yang terbantuk dalam suatu Negara akan menjadi dasar dan konsep yang berlaku pada tatanan social masyarakat. Contoh Di Indonesia pada kota dan desa dibeberapa wilayah, wanita tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja pada satu instansi atau perusahaan. Tetapi di kota – kota besar hal tersebut terbalik, wajar seorang wanita memilik karier
·        Sistem kepercayaan
Bagaimana masyarakat mengembangkan dan membangun system kepercayaan atau keyakinan terhadap sesuatu, hal ini akan mempengaruhi system penilaian yang ada dalam masyarakat. Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi dalam kebiasaan, bagaimana memandang hidup dan kehidupan, cara mereka berkonsumsi, sampai dengan cara bagaimana berkomunikasi.
·        Estetika
Estetika budaya merupakan suatu tingkah laku atau tradisi yang dilakukan pada masyarakat di daerah itu sendiri, seperti di Indonesia pada setiap daerahnya memiliki suatu estetika budaya yang berbeda-beda misalnya dalam seni budaya, musik, dongeng, dan tari-tarian.
·        Bahasa
Bahasa juga disebut budaya, disamping itu karena bahasa juga digunakan untuk berkomunikasi dalam aktifitas sehari-hari, terutama di Indonesia terdapat 746 bahasa daerah yang tersebar dari sabang sampai marauke. Tidak hanya di Indonesia saja diberbagai negara lainnya pun demikian, menggunakan bahasa untuk memudahkan berbagai macam aktifitas dalam sehari-hari. Dan juga bahasa memiliki sifat unik dan komplek, karena hanya dapat dimengerti oleh masyarakat sekitar saja atau dalam satu lingkup daerah saja, jadi belum tentu masyarakat yang tinggalnya berbeda antara daerah satu dengan daerah lainnya itu bias mengerti dan memahami bahasa tersebut.
2.3    Hubungan Antara Manusia Dengan Budaya
Ada banyak alasan mengapa bisa dikatakan manusia itu tidak bisa dilepaskan dari suatu kebudayaan atau manusia itu selalu dihubungkan dengan kebudayaan, dan hamper setiap aktifitas yang dilakukan manusia adalah sebuah kebudayaan. Dari sehari-hari mereka melakukan berbagai rutinitas yang sama disuatu tempat kerja, sekolah, kampus, dsb. Serta dalam berbagai kebudayaan yang dilakukan pada setiap manusia dapat menerapkan suatu budaya untuk taat pada aturan yang telah ditetapkan  pada suatu tempat.
Walaupun pada awalnya ada beberapa peraturan yang dibuat untuk dipatuhi oleh manusia karena banyaknya suatu tingkah laku manusia yang tidak layak untuk dilihat atau dicontoh oleh masyarakat yang berada disekitar.  Ada pun yang diungkapkan dari para ahli antropolog yang menyatakan bahwa kebudayaan itu justru merupakan “alam manusia” dan semua manusia memiliki kemampuan untuk menyusun pengalamannya sendiri, menterjamahkan penyusunan ini secara simbolis berkat kemampuan berbicara dan mengajar paham tersebut kepada manusian lainnya. Karena manusia mendapati kebudayaan lewat proses belajar enkulturisasi dan sosialisasi, dan dari kecil sudah mengetahui apa-apa saja yang dilakukan oleh orang tuanya dalam kegiatan sehari-hari, jadi manusia akan terbiasa dengan apa yang dilihatnya dan melakukannya secara berulang-ulang. Orang yang tinggal di tempat yang berbeda atau keadaan yang berbeda, mengembangkan kebudayaan yang berbeda. Para antropolog juga mengemukakan bahwa melalui kebudayaan, orang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya secara atau mendapatkan dari lingkungan dan pergaulan sekitar (non-genetik), sehingga orang yang tinggal di lingkungan yang berbeda sering akan memiliki kebudayaan yang berbeda. Teori antropologi terutama berasal dari kesadaran dan minat masyarakat akan perselisihan antara segi lokal (kebudayaan tertentu) dan global (kemanusiaan secara umum, atau jaringan hubungan antara orang di tempat atau keadaan yang berbeda) yang terdapat di suatu daerah tertentu atau dearah lainnya.
2.4    Cara Budaya Membentuk Pola Pikir Manusia
Manusia memiliki cara pandang yang berbeda sesuai dengan apa yang mereka dapat dari kebudayaan masing-masing, yang dimaksud dengan kebudayaan masing-masing itu berdasarkan asal tempat tinggal mereka, kepercayaan mereka, pandangan politik yang mereka pelajari. Sehingga tidak semua manusia itu sama dari cara berfikir mereka, maka dari itu manusia memiliki tingkah laku yang berbeda dan gaya hidup yang berbeda pula, karena manusia terbagi atas berbagai suku yang tersebar di berbagai belahan dunia dan khususnya di Indonesia sebagai negara yang memiliki banyak kebudayaan.
Saat ini banyak berbagai peran manusia yang digunakan untuk mencerminkan kepribadian masing-masing, ada yang positif ada pula yang negatif, hal itu dapat di peroleh manusia dengan cara bagaimana mereka dapat menilai suatu yang baik dan buruk dan menganbil suatu keputusan yang tepat dalam memilih suatu tindakan yang akan di kerjakan nantinya. Seperti sekarang banyak kasus yang terjadi akibat ulah manusia itu sendiri, ada yang bernilai positif dan negatif itu tergantung bagaimana cara masyarakat membentuk suatu kebudayaan masing-masing. Sebagai contohnya banyak masyarakat melakukan suatu kegiatan positif pada setiap minggu di daerah sekitar rumahnya dengan cara melakukan gotong royong untuk membersihkan lingkungan untuk kepentingan bersama-sama, hal tersebut di katakan sebagai kebudayaan karena sudah menjadi rutinitas mereka pada setiap pekan untuk berjanji membuat suatu kegiatan dan membuat suatu tata tertib dalam lingkungannya.
Dan juga ada beberapa masyarakat yang membentuk suatu kebudayaan buruk di lingkungan atau di dearahnya, karena beberapa masyarakat yang kurang peduli akan keadaan dan situasi lingkungannya. Hal ini menyebabkan timbulnya sebuah konflik yang ada di lingkungan sekitar seperti pertengkaran antar tetangga atau peperangan antar daerah yang menimbulkan perpecahan darah antara satu sama lainnya, dan tidak peduli dengan anak sendiri yang tidak melihat bagaimana perkembangan anaknya hingga tumbuh menjadi anak yang tidak bermoral dan tidak patut di contoh untuk anak seusianya. Hal seperti ini juga dikarenakan sifat orang tua yang keras tidak memandang anaknya hingga nantinya anak tersebut akan mencontoh sifat dan karakter orang tuanya, karena hal tersebut di nilai baik. Saat ini marak sekali terjadinya berbagai perpecahan khususnya antara pelajar, hal tersebut di karenakan tumbuhnya suatu kebudayaan yang buruk di dalam lingkungannya.
Sifat kepedulian antar sesama manusia itu memang sangat penting untuk saling menjaga dan saling menghormati satu sama lain dalam menjalin sautu hubungan yang erat agar tidak menimbulkan suatu konflik, karena ada beberapa manusia yang tidak dapat menerima suatu unsur budaya dari daerah lain yang timbul perbedaan hal seperti ini sangat berbahaya untuk di lihat khususnya kepada generasi muda, karena ketidakpahaman suatu budaya lain dan kurangnya pemahaman suatu budaya berbeda yang belum pernah di lihat sampai saat ini.

BAB III
PENUTUP
 3.1  Kesimpulan
Dari tulisan makalah di atas dapat di simpulkan bahwa manusia memang tidak akan terlepas dari suatu kebudayaan. Dan kebudayaanlah yang membentuk suatu pola pikir manusia, dan suatu kebudayaan itu tidak hanya di dapatkan hanya dari daerah asal manusia itu lahir, dan tinggal untuk hidup di sana. Akan tetapi sebuah kebudayaan itu juga bisa di dapatkan melalui pergaulan dan lingkungan yang di singgahi, dari situlah manusia dapat menilai suatu keputusan yang tanggapi untuk menjadi suatu patokan hidup.
 3.2    Saran
Dapat di sarankan bahwa banyak sekali kebudayaan di berbagai negara, dan itu sebabnya manusia ada yang menerima dan tidak menerimanya suatu kebudayaan yang lahir, karena bisa saja dalam waktu 1 hari muncul kebudayaan baru di suatu negara maka dari itu kita harus menyikapi dengan seksama dan tidak mengambil tindakan yang gegabah dalam mengambil suatu tindakan karena bila salah mengambil tindakan akan menimbulkan suatu masalah dan dapat merugikan orang lain. Dan mulai dari sejak dini untuk mengenalkan suatu kebudayaan daerah yang ada di negara Indonesia khususnya untuk generasi muda agar dapat memahami budaya-budaya dari berbagai daerah agar bisa menerima suatu kebudayaan yang berbeda dan mempelajarinya bersama.

DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Budaya (Tanggal 11 MEI 2014)
http://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi_budaya (Tanggal 12 MEI 2014)


NAMA  : DENDRY RENOVALDIO
KELAS : 1KA07
NPM   : 12113164

Senin, 07 April 2014

Perkembangan Budaya Lokal di Perguruan Tinggi

Perkembangan Budaya Lokal di Perguruan Tinggi

Pendahuluan

Latar Belakang


            Perguruan tinggi merupakan salah satu tempat dimana budaya lokal dapat juga dikembangkan. kebudayaan yang lahir dari setiap pembelajaran di perguruan tinggi akan membuat suaru perkembangan yang baru dalam kebudayaan. Karena pada dasarnya  perguruan tinggi adalah tempat dimana generasi-generasi muda akan meneruskan atau melanjutkan pendidikannya setelah meraka lulus dari Sekolah Menengah Atas. Di tempat seperti inilah budaya lokal dan juga seni budaya Indonesia harus dikembangkan dan dilestarikan oleh para generasi muda agar tetap terus berkembang dan juga agar merekaminimal mengenal dan tau budaya lokal dan juga seni budaya dari daerahnya masing-masing.
Budaya lokal biasanya didefinisikan sebagai budaya asli dari suatu kelompok masyarakat tertentu. budaya lokal adalah ciri khas budaya sebuah kelompok masyarakat lokal. Akan tetapi, tidak mudah untuk merumuskan atau mendefinisikan suatu konsep budaya. kebudayaan hampir selalu terikat pada batas-batas fisik dan geografis yang jelas

PENGEMBANGAN BUDAYA LOKAL DI PERGURUAN TINGGI

          Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah dijelaskan diatas maka masalahnya adalah :
Bagaimana pengembangan ilmu budaya local berpengaruh di perguruan tinggi
Apa dampak negativ  bagi perguruan tinggi?

Tujuan Penulisan
Penulis bertujuan untuk mendapat sebuah ilmu yang baru dan membagi ilmu-ilmu yang membaca artikel yang ditulis oleh penulis.

              BAB II

             PEMBAHASAN

2.1  Pengmbangan Budaya Di Perguruan Tinggi
Kebudayaan di dalam perguruan tinggi sangatlah beragam.Seperti memainkan sebuah aransemen music modern yaitu punk,rock,metal,reggae,R&B soul dll, Terkadang kita sering lupa akan adanya kebudayaan music yang ada di Indonesia,seperti  music tradisional yaitu gamelan,tanjidor,karapitan/sinden dlll.didalam perguruan tinggi sendiri jarangnya kegiatan mahasiswa yang memainkan sebuah aransemen music tradisional,karena bagi mahasiswa tersebut music itu terlalu kuno.
Apa negative bagi kebudayaan tradisional ? mungkin kebudayaan local mungkin akan punah dan mungkin hanya dapat diceritakan tanpa tidak bias dilihat pertunjukannya dan tidak bisa didengar bagaimana music tradisional tersebut.
Didalam perguruan tinggi diajarkan  untuk memecahkan masalah seperti berfikiran kreatif, dan belajar cara memecahkan masalah. Terdapat beberapa perkumpulan di dalam perguruan tinggi, membuat aransemen seperti Popcorn (pop keroncong)disitu mereka tidak hanya memainkan music pop tapi digabung dengan music keroncong dan menjadi sebuah aransemen yang baru,dan enak didengarkan.


                   BAB III

                   PENUTUP

                  Kesimpulan

Dari pembahasan diatas saya membuat kesimpulan bahwa budaya local jangan sampai ditinggalkan karena dapat menghilangkan suatu identitas suatu bangsa itu sendiri,mungkin peran mahasiswa menjaga kelestarian budaya local dan mempelajari budaya local dan dapat diajarkan kembali kepada anak cucu kita nanti.


            


Keseimpulan


Di dalam perguruan tinggi bertanggung jawab mengembangkan kebudayaan lokal dari masing masing daerah tempat berada.dan banya cara untuk memperkembangkan budaya di dalam lingkungan perguruan tinggi maksudnya mahasiswa atau siapapun yang termasuk di dalam kawasan sebuah salah satu perguruan tinggi harus bisa memberikan sesuatu karya atau kreastifitas dalam memperkembangkan suatu kesinian atau kebudayaan. dan perguruan tinggi seharusnya memiliki misi untuk mengembangkan perdidikan dan kebudayaan. perkembangan kebudayaan atau kesenian di daerah masing masin perguruan tinggi perlu memperlibatkan kerja sama dengan media masa dan elektronik untuk mengembangkan sesuatu kebudayaan dan kesenian yang di buat



DAFTAR PUSTAKA

http://www.4shared.com/file/d3WZ0FS9/makalah_ilmu_sosial_budaya_das.html?cau2=403tNull&ua=WINDOWS 

      REFERENSI

Prasetya, Joko Tri., Drs. 2004. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : PT Rineka Cipta
Yoeti, Oka A. 1985. Budaya Tradisional yang Nyaris Punah. Jakarta : Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan

TANGGAL REFERENSI 1 – 4 – 2014 

Kontribusi Budaya Lokal Pada Seni Budaya Indonesia

Kontribusi Budaya Lokal Pada Seni Budaya Indonesia

BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar belakang

Indonesia merupakan Negara yang mempunyai beragam kebudayaan, tidak dipungkirislogan “ Bhineka Tunggal Ika “ merupakan symbol yang diakui dunia sebagai wujud dari bersatunya semua kebudayaan . hal tersebut merupakan kedahsyatan bagaimana Indonesia bisa mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan keutuhan bangsa padahal memiliki suku yang berbeda-beda.
Bangsa yang plural ini , sangat dihargai Negara lainnya karena mampu bersatu dalam satu wadah , yaitu Negara Indonesia. Oleh karena itu, dalam rangka mempersatukan bangsa , melestarikan budaya merupakan faktor yang essensial . Seperti yang tertuang dalam undang-undang dasar 45 tentang kebudayaan :
Pasal 32
(1) Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai budayanya.
(2) Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya nasional.
Dalam melestarikan kebudayaan , kontribusi dari Pemerintah dan masyarakat sangatlah penting, kedua belah pihak bertanggung jawab dalam memelihara dan melestarikan budaya. Adanya kesediaan dari Pemerintah untuk membantu mempertahankan budaya , dan adanya rasa nasionalisme dari masyarakat kita , maka terpenuhilah semua kewajiban itu.
Masyarakat Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dalam berbagai hal, seperti keanekaragaman budaya, lingkungan alam, dan wilayah geografisnya. Keanekaragaman masyarakat Indonesia ini dapat dicerminkan pula dalam berbagai ekspresi keseniannya. Dengan perkataan lain, dapat dikatakan pula bahwa berbagai kelompok masyarakat di Indonesia dapat mengembangkan keseniannya yang sangat khas. Kesenian yang dikembangkannya itu menjadi model-model pengetahuan dalam masyarakat.
Multikultural semua orang tahu, memang banyak untuk perbedaaan kultur tapi untuk bisa memahami satu sama lain tidak cukup dengan hanya toleran. Banyak negara-negara termasuk Perancis yang melakukan , kita tahu bahwa ada banyak perbedaan dalam budaya tapi kita tidak bisa serta merta mengatakan bahwa kebudayaan itu suatu kemajemukan. Karena sering kali arus balik timbul konflik .
Pemahaman tentang keragaman budaya yang diimplementasikan dengan baik akan membawa kedamaian.Menarik isu bagaimana bisa mendamaikan banyak pihak yang bisa sangat berbeda latar belakang budaya. Itu tidak bisa hanya semata-mata slogan dengan suatu kekayaan budaya. Karena jauh lebih penting kita melihat kenyataan bahwa perbedaan itu ada muncul potensi konflik permasalahan juga, tapi bagaimana kita mengelola tanpa menutup mata terhadap perbedaan tadi.
Untuk mencegah pengaruh yang buruk, dan upaya untuk melestarikan dan mempersatukan budaya perlu adanya KONTRIBUSI dari semua pihak.
Kontribusi adalah Segala bentuk tindakan dan pemikiran yang bertujuan untuk mewujudkan sebuah cita-cita bersama.
Kontribusi pemerintah dan masyarakat merupakan wujud dari sebuah pengabdian dalam mewujudkan tujuan cita-cita bangsa dalam membesarkan Negara ini , salah satunya yaitu melestarikan budaya.
Kontribusi pemerintah dalam melestarikan kebudayaan adalah :
1. Mempublikasikan kebudayaan Indonesia kepada dunia seperti dengan memanfaatkanmedia cetak, maupun elektronik ;
2. Memberikan perhatian yang penuh terhadap kebudayaan – kebudayaan daerah agar kebudayaan tersebut tidak luntur dari masyarakat / agar tidak punah;
3. Memberi kesempatan setiap daerah dalam melestarikan budaya-nya seperti lewat pariwisata;
4. Menjaga kebudayaan dengan menciptakan stabilitas Negara yang aman dan kondusif;
5. Menciptakan perekonomian yang stabil sehingga pariwisata yang berhubungan dengan pelestarian budaya ikut berkembang dengan baik.
Selain itu, kontribusi masyarakat dalam pelestarian kebudayaan yaitu :
1. Ikut mempromosikan kebudayaan daerah mereka kepada masyarakat dunia melalui media apa saja, seperti media cetak ataupun elektronik , bahkan dari mulut ke mulut juga merupakan ajang promosi budaya yang ampuh;
2. Ikut memperkenalkan dan mengajarkan kebudayaan kita kepada anak , cucu , kerabat atau semua keluarga agar kebudayaan tersebut tidak luntur dan tetap mendarah daging dalam diri kita;
3.  Memberi kesempatan kepada kebudayaan lain dalam memperkenalkan kebudayaan mereka, hal tersebut mampu menambah wawasan kita dalam memahami kebudayaan orang lain;
4. Menjaga kebudayaan tidak hanya yang berbentuk kesenian namun, sikap dan perilaku masyarakat harus mewujudkan pribadi yang Pancasila;
5. Ikut menjaga dan menciptakan lingkungan yang kondusif dalam bermasyarakat sehingga tercipta masyarakat madani yang berbudaya.



B. Tujuan

Tujuan dari pembuatan makalah ini yaitu :
·         agar mahasiswa mampu memahami kontribusi pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan kebudayaaan;
·         mamapu mengaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari dalam upaya pelestarian budaya, dan bagi Pemerintah mampu memberikan sumbangsih terhadap pelestarian budaya
·         Mampu meningkatkan kesadaran masyarakat secara luas , agar ikut berkontribusi dalam pelestarian budaya dan memahami mengapa kita perlu melestarikan kebudayaan;
C. Sasaran

Makalah ini ditujukan untuk semua pembaca, baik blogger maupun masyarakat luas mengenai kontribusi pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan budaya. Ada beberapa point sasaran yang perlu diperhatikan yaitu :
a. Mampu memahami dasar kebudayaan sehingga ikut berperan dalam melestarikan budaya
b. Masyarakat yang berjiwa Pancasila mempunyai integritas budaya yang tinggi
c. Bersikap terbuka dan tanggap dengan lingkungan sekitar
d. Kontribusi dalam bermasyarakat.









BAB II

RUMUSAN MASALAH

Analisis permasalahan kontribusi pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan kebudayaan dengan memperhatikan dan mempertimbangkan  kondisi lingkungan internal maupun eksternal dilihat dari aspek :
1.   Kekuatan (Strength)
§           Pendekatan budaya yang terwujud dari rasa Nasionalisme warga Indonesia.
Pemuda dan pemudi Indonesia banyak yang memperlihatkan kemampuannya di berbagai panggung budaya;khususnya yang menyangkut seni dan ilmu pengetahuan. Seperti yang dilakukan Nana Krit , “Pengalaman dirinya yang di masa lalu pernah dibilang seperti nenek-nenek tatkala mengenakan batik tak membuatnya surut, bahkan hingga kini ia masih getol mempromosikan , mengenakan dan mengoleksi batik”. ( Kompas, 29 Oktober 2011 :12)
Adanya wadah kesenian yang ada di masyarakat seperti sanggar-sangar seni budaya , adanya Festival budaya yang merupakan ajang memperkenalkan kebudayaan,
§           Meningkatnya apresiasi terhadap aset budaya, termasuk seni. dan meningkatnya sistem pengelolaan, termasuk sistem pembiayaannya, sehingga aset budaya dapat berfungsi optimal sebagai sarana edukasi, rekreasi, dan pengembangan kebudayaan.
Adanya kegiatan – kegiatan budaya yang di sponsori oleh perusahaan atau yayasan swasta seperti kontribusi perusahaan swasta yang dilakukan oleh KOMPAS yang masih berpegang teguh dengan menggunakan bahasa yang baik dalam media cetaknya terlihat dengan di berikannya penghargaan media berbahasa terbaik untuk harian “ KOMPAS “ oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan dan kebudayaan dalam puncak acara Bulan bahasa 2011 serta Gerakan Nasional Cinta Bahasa Indonesia di Jakarta. ( Kompas, 29 Oktober 2011 :12)
§           Adanya peraturan yang jelas mengenai Pelestarian budaya yamg dilakukan Pemerintah.
Seperti yang tertuang dalam UUD 45 pasal 32 yang menjelaskan tentang pelestarian budaya, terlihat jelas bahwa Negara menjamin , menghormati dan memelihara kebudayaan bangsa. Bahkan wujud dari pedulinya Pemerintah terhadap kebudayaan bangsa bisa terlihat dengan banyaknya kegiatan – kegiatan pemerintah dalam pergaulan Internasional dengan membawa seni kebudayaan bangsa lewat pertukaran pelajar , kunjungan kerja maupun kegiatan lain; Penerbitan pedoman Etika Kehidupan Berbangsa:Rumusan dan Program Aksi yang merupakan penjelasan operasional dari TAP MPR-RI No. VI/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa sebagai tanggapan terhadap situasi krisis moral dan etika saat ini;
§           Adanya tujuan yang jelas dari peraturan Pemerintah mengenai pelestarian kebudayaan yang diserahkan kepada pemerintah daerah .
Otonomi daerah yaitu pengelolaan kekayaan budaya merupakan kewenangan pemerintah daerah .Hasil yang telah dicapai dalam upaya pengelolaan kekayaan budaya seperti penetapan Tana Toraja, Jatiluwih, Pakeran, dan  Pura Taman Ayun dalam daftar nominasi Warisan Dunia (UNESCO World Heritage List);
2.   Kelemahan (Weakness)
§           Masyarakat cenderung lebih cepat mengadopsi Budaya asing daripada melestarikan budaya sendiri.
Derasnya arus globalisasi mengakibatkan makin menipisnya batas-batas negara, terutama dalam konteks sosial budaya sehingga tidak ada budaya yang steril dari pengaruh budaya global . Globalisasi yang ditandai dengan pesatnya kemajuan teknologi komunikasi dan informasi berpengaruh pada dinamika sosial dan budaya masyarakat sehingga nilai-nilai solidaritas sosial,  kekeluargaan, keramahtamahan, dan rasa cinta tanah air yang pernah dianggap sebagai kekuatan pemersatu dan ciri khas bangsa Indonesia cenderung makin pudar bersamaan dengan menguatnya nilai-nilai materialisme.
§           Masih rendahnya apresiasi masyarakat terhadap kebudayaan selain seni .
Masyarakat Indonesia yang terdiri dari bangsa yang beragam tentunya tidak sekedar seni daerah tapi juga bahasa atau seluruh hal yang terkait dengan perwujudan suatu kebudayaan. Kurangnya minat baca masyarakat dan lambatnya pertumbuhan budaya kewirausahaan yang bersifat progresif dan berorientasi pada ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek);
§           Peraturan Pemerintah yang sudah jelas namun kurang tersosialisasi.
Adanya peraturan yang jelas dari pemerintah bukan jaminan untuk segera terealisasi program tersebut , adanya kendala tentang komunikasi dari semua pihak maka tujuan utana dari peraturan tersebut akan percuma .
§           Kurangnya pemahaman, apresiasi, dan komitmen pemerintah daerah di dalam pengelolaan pelestarian budaya berdampak pada makin menurunnya kualitas pengelolaan  kebudayaan.
Tanpa adanya pemahaman , apresiasi dan komitmen dalam meleestarikan kebudayaan maka tidak akan timbul kontribusi yang bermanfaat bagi perkembangan kebudayaan .
3.   Peluang (Opportunity)
§           Banyaknya pendekatan kebudayaan sebagai wujud rasa cinta tanah air.
Pendekatan budaya yang dimaksud seperti mengunjungi kantong – kantong budaya Indonesia , seperti yang dilakukan Noviendi yang mendatangi 30 provinsi dari 33 provinsi yang ada, dan berkembangan interaksi yang harmonis antarkelompok masyarakat yang memperkuat semangat keindonesiaan; dan berkembangnya berbagai wujud ikatan kebangsaan (keterikatan rasional dan emosional).
§           Maraknnya atau menjamurnya acara dalam media informasi tetntang kebudayaan daerah
Dengan adanya acara – acara atau kegiatan tersebut secara tidak langsung mampu memperkenalkan budaya antar daerah sehingga fungsi informasi dan edukasi mampu terwujud kepada masyarakat luas;
§           Terciptanya stabilitas Negara yang aman yang membuat semakin berkembangnya kebudayaan bangsa,
Kontribusi pemerintah dalam bidang ini sangatlah besar , dengan peraturan yang ada Pemerintah mampu mengendalikan stabilitas keamanan & stabilitas ekonomi bangsa.
§           Dengan adanya Perda Otonomi Daerah, kebudayaan daerah mampu berkembang.
Pelestarian kebudayaan tidak lagi tergantung pada Pemerintah Pusat, PEMDA mampu menunjukkan arah kemana pelestarian kebudayaanya . Masyarakatpun bisa lebih ikut andil dalam melestarikan kebudayaannya.
4.Tantangan/Hambatan (Threats)
§           Terhambatnya pelestarian Kebudayan oleh Masyarakat hanya karena masalah materi.
tergantungnya masyarakat pada Aspek materiil mempersempit ruang pelestarian kebudayaan, masih kurangnya kemampuan ekonomi berakibat pada penjualan aset kebudayaan bangsa.
§           Penetrasi kebudayaan asing membuat generasi muda kehilangan jati diri.
Dalam berkontribusi melestarikan kebudayaan , kita tidak boleh kehilangan jati diri, kebudayaan bangsa ini akan terlihat dari karakter pribadi .
§           Banyaknya konflik yang timbul sebagai akibat salahnya pemahaman antar kebudayaan.
Peran pemerintah disini adalah sebagai polisi kebudayaan yang mampu menjadi penjaga serta pemersatu jika terjadi kesalahpahaman tersebut.
§           Makin menurunnya kualitas pengelolaan kekayaan budaya .
menurunnya kualitas pengelolaan kekayaan budaya disebabkan dari berbagai factor seperti Pengelolaan kekayaan budaya belum sepenuhnya menerapkan prinsip tata pemerintahan yang baik (good governance) sehingga kualitas layanannya kurang optimal.













BAB III


SIKAP HORMAT KEPADA ALAM
Menghormati alam berarti bahwa alam dilihat manusia sebagai pemberian yg memperkaya hidpup nya dan menantang kreativitas nya. Di negri mesir kuno, matahari dipuja sebagai dewi Ra. banyak suku menyembah api. Contoh-contoh ini membuktikan bahwa manusia sedemikian menyadari ketergantungannya pada cahaya dan api, sehingga kedua nya di dewa kan. Agama-agama besar di zaman ini menyembah allah sebagai pencipta alam. Pergeseran itu tidak boleh mengakibat kan perubahan sikap terhadap alam. Sadar akan ketergantungan pada alam raya, manusia sampai kepada kesadarannya akan keterantungan nya pada allah.


KESIMPULAN DAN REKOMENDASI

Kesimpulan

Mengembangkan dan memperkuat jati diri bangsa, pengelolaan keragaman budaya, dan pengembangan berbagai wujud ikatan kebangsaan merupakan wujud dari kontribusi masyarakat dan Pemerintah  dalam melestarikan kebudayaan;
Meningkatkan kemampuan bangsa dalam melestarikan budaya dan untuk menciptakan keserasian hubungan, baik antarunit sosial dan budaya maupun antara budaya lokal dan budaya nasional, dalam bingkai keutuhan NKRI;
Kesadaran masyarakat dalam melestarikan kebudayaan , termasuk seluruh apresiasi yang dilakukan masyarakat dalam melestarikan budaya merupakan wujud rasa cinta terhadap tanah air;
Kontribusi Pemerintah dan masyarakat secara luas adalah saling terkait dan tidak bisa berjalan sendiri – sendiri.
Rekomendasi
Peran Pemerintah :
Pemerintah merupakan komando dalam melestarikan kebudayaan sehingga Pemerintah harus lebih memberikan kesempatan dan memberikan peluang bagi kebudayaan daerah maupun kebudayaan nasional
yang belum berkembang yaitu dengan meningkatkan perekonomian, pendidikan dan stabilitas nasional, selain itu kerjasama antar Negara juga diperlukan guna memperkenalkan kebudayaan bangsa .
Peran Masyarakat:
Masyarakat adalah cermina dari suatu bangsa , suatu bangsa akan dihargai dengan kebudayaannya sehingga, kita sebagai Masyarakat hendaknya selalu menjag dan ikut mempertahankan kebudayaan agar tidak diklaim oleh Negara lain.





DAFTAR PUSTAKA

Sumber :
NIN. Pemuda berperan dalam pengembangan Budaya. Jakarta : Kompas . 2011.
Referensi
Buku Ilmu Budaya Dasar Buku Panduan C 2001, 1992 Asosiasi PerguruanTinggi Katolik (APTIK) Diterbitkan oleh PT Prenhallindo


30 – 03 – 2014 SENIN

NAMA  : DENDRY RENOVALDIO
NPM     : 12113164
KELAS : 1KA07