Jumat, 06 Juni 2014
Minggu, 11 Mei 2014
Membentuk Manusia Budaya
Membentuk
Pola Pikir Manusia Budaya
KATA PENGANTAR
Puji serta syukur penulis panjatkan kepada kehadirat Tuhan
Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmah, taufiq serta hidayah-Nya sehingga
penulis bisa menyelesaikan tugas makalah yang berjudul “Peran Budaya Dalam
Membentuk Pola Pikir Manusia” yang merupakan salah satu tugas pertama dari mata
kuliah Ilmu Budaya Dasar.
Dalam tugas
makalah ini membahas mengenai mengidentifikasikan tulisan, latang belakang,
tujuan, manfaat bagi pembaca, membuat kesimpulan, dan saran dalam makalah.
Serta disusun berdasarkan dengan materi-materi yang ada dan berdasarkan
kejadian serta aktifitas masyarakat Indonesia pada setiap harinya.
Materi-materi yang dibuat bertujuan agar pembaca nantinya bisa lebih memahami
hubungan antara manusia dan kebudayaan yang ada saat ini.
Penulis
menyadari bahawa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan atas segala
kekurangannya. Dan penulis pun berharap semoga makalah ini dapat menambah ilmu
pengetahuan bagi semua, dan akhir kata penulis berharap bahwa yang akhirnya
nanti makalah ini dapat bermanfaat bagi pembaca yang membacanya.
Depok, 11 MEI
2014
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada zaman era
globalisasi ini banyak sekali terjadinya perkembangan dalam suatu kehidupan
manusia pada sehari-harinya, termasuk dalam hal kebudayaan manusia. Manusia
tidak akan terlepas dari budaya pada setiap harinya yang mereka lakukan untuk
menyempurnakan suatu kebutuhan hidupnya dengan berbagai cara yang berbeda-beda.
Dalam kurung
waktu 1 tahun manusia akan menemukan sebuah kebudayaan yang baru entah itu dari
luar negeri maupun dari dalam negeri sendiri, dan dalam seketikapun kebudayaan
itu akan berubah dan tersebar luaskan melalui media cetak maupun media
elektronik. Oleh karena itu disini penulis akan menjelaskan akan berbagai hal
mengenai Peran Budaya Dalam Membentuk Pola Pikir Manusia.
1.2 Tujuan Penulisan
Pada tugas
makalah ini bertujuan agar para pembaca nantinya bisa memahami pengertian dari
budaya dan hubungan manusia dengan kebudayaan, dan memahami bahwa manusia tidak
bisa terlepas dari kebudayaan pada setiap harinya.
1.3 Ruang Lingkup Masalah
Dalam ruang
lingkup masalah ini dapat dilihat dalam setiap aktifitas antara hubungan
manusia dengan kebudayaan yang dilakukan setiap harinya.
1.4 Metodologi Penulisan
Metode yang
digunakan adalah metode deskripsi analisis. Yang dimaksud dengan metode
deskripsi analisis adalah metode yang memberikan gambaran-gambaran secara
objektif, menguraikannya serta membahasnya secara lengkap tentang pembuatan
makalah yang berjudul “Peran Budaya Dalam Membentuk Pola Pikir Manusia”.
1.5 Sistematika Penulisan
Adapun
sistematika penulisan dalam project ini yaitu :
·
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisi
latar belakang penulisan, tujuan penulisan, ruang lingkup masalah, metodologi penulisan,
dan sistematika penulisan.
·
BAB II PEMBAHASAN
Pada Bab ini
yang akan membahas dari segi pengertian budaya dan segala hal yang berkaitan
dengan Peran Budaya Dalam Membentuk Pola Pikir Manusia.
·
BAB III PENUTUP
Bab ini
terdapat kesimpulan dari keseluruhan isi makalah ini serta saran bagi penulis
untuk pembaca.
·
DAFTAR PUSTAKA
Daftar pustaka
berisi sumber-sumber materi yang di ambil untuk membuat makalah ini.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
2.1
Pengertian Budaya
Budaya adalah
suatu kegiatan rutinitas yang dilakukan berulang-ulang setiap harinya pada
sebuah kelompok dan diwariskan kepada generasi-generasi berikutnya. Dan budaya
juga terbentuk dari berbagai unsur salah satunya yaitu dari Politik, Agama, dan
Adat Istiadat disetiap daerah dari berbagai penjuru dunia. Tidak hanya itu saja
mulai dari cara berpakaian, musik, tarian, makanan, tempat tinggal (rumah) yang
ditempati, dan juga bahasa yang kita digunakan sehari-hari. Dan seperti yang
kita ketahui dalam kehidupan sehari-hari manusia tidak akan terlepas dari
beberapa hal tersebut yaitu dari bahasa yang digunakan sehari-hari, desain
rumah yang digunakan pada suatu daerah tertentu, cara berpakaian yang
berbeda-beda pada setiap daerah. Ada pun juga beberapa masyarakat yang
kesulitan akan memahami kebudayaan lain saat mengunjungi suatu daearah yang
berbeda, terutama di negara Indonesia yang terkenal dengan berbagai macam
kebudayaan yang terdapat didalamnya. Jadi tidak heran semua masyarakat di
Indonesia memahami atau mengerti disuatu wilayah dengan kebudayaan yang
berbeda-beda.
Pengertian kebudayaan
Dalam hubungan yang khass itu, manusia mengungkapkan kesadaran dan kebebasannya kedalam alam mamterial. Ia adalah makhluk budaya. Maka Kebudayaan dapat di identifikasikan sebagai hasil pengungkapan manusia ke dalam materi sejauh di terima dan dimiliki oleh suatu masyarakat dan menjadi warisanya. Kata materi harus di mengerti dalam arti luas, Sehingga Mencakup juga badan dan relasi-relasi dengan orang lain
Pengertian kebudayaan
Dalam hubungan yang khass itu, manusia mengungkapkan kesadaran dan kebebasannya kedalam alam mamterial. Ia adalah makhluk budaya. Maka Kebudayaan dapat di identifikasikan sebagai hasil pengungkapan manusia ke dalam materi sejauh di terima dan dimiliki oleh suatu masyarakat dan menjadi warisanya. Kata materi harus di mengerti dalam arti luas, Sehingga Mencakup juga badan dan relasi-relasi dengan orang lain
Dalam aktifitas sehari-hari kebudayaan tak akan lepas dengan
hubungan masyarakat dan Melville J. Herskovits dan Bronislaw Malinowski
menamakan hal tersebut dengan istilah Cultural-Determinism yang artinya
segala sesuatu yang ada dalam masyarakat itu ditentukan oleh kebudayaan yang
dimiliki oleh masyarakat itu sendiri. Ada pun yang beberapa pendapat lainnya
yaitu :
·
Herskovits memandang suatu kebudayaan sebagai segala sesuatu
yang bersifat turun temurun dari satu generasi ke generasi lainnya, yang
kemudian disebut sebagai superorganic.
·
Menurut Andreas Eppink, kebudayaan mencakup dari beberapa aspek
kehidupan yaitu: sosial, norma sosial, ilmu pengetahuan serta keseluruhan
struktur-struktur sosial, religius, dan lain-lain.
·
Menurut Edward Burnett Tylor, kebudayaan merupakan keseluruhan
yang kompleks, yang di dalamnya terkandung pengetahuan, kepercayaan, kesenian,
moral, hukum, adat istiadat, dan kemampuan-kemampuan lain yang didapat
seseorang sebagai anggota masyarakat.
·
Menurut Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi, kebudayaan
adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
2.2 Komponen Biaya
Ada pun
beberapa komponen dalam budaya di antaranya yaitu :
·
Material
Dalam komponen
ini mengarah pada sebuah benda atau segala hal yang nyata di ciptakan oleh
manusia (konkret). Komponen ini berupa barang-barang yang digunakan oleh
manusia pada setiap harinya untuk memenuhi kebutuhan hidup, seperti rumah,
pakaian dsb.
·
Non material
Pada aspek ini
kebudayaan non material berupa buatan manusia yang sifatnya abstrak yang di
wariskan dari generasi ke generasi, dan kebudayaan non materi ini bias juga di
dapatkan dari sekolah karena yang di maksud non material itu seperti
cerita-cerita (sejarah) pada suatu daerah, dongeng, maupun lagu tradisional.
·
Lembaga sosial
Lembaga social dan pendidikan memberikan peran yang banyak dalam kontek berhubungan dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem social yang terbantuk dalam suatu Negara akan menjadi dasar dan konsep yang berlaku pada tatanan social masyarakat. Contoh Di Indonesia pada kota dan desa dibeberapa wilayah, wanita tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja pada satu instansi atau perusahaan. Tetapi di kota – kota besar hal tersebut terbalik, wajar seorang wanita memilik karier
Lembaga social dan pendidikan memberikan peran yang banyak dalam kontek berhubungan dan berkomunikasi di alam masyarakat. Sistem social yang terbantuk dalam suatu Negara akan menjadi dasar dan konsep yang berlaku pada tatanan social masyarakat. Contoh Di Indonesia pada kota dan desa dibeberapa wilayah, wanita tidak perlu sekolah yang tinggi apalagi bekerja pada satu instansi atau perusahaan. Tetapi di kota – kota besar hal tersebut terbalik, wajar seorang wanita memilik karier
·
Sistem kepercayaan
Bagaimana masyarakat mengembangkan dan membangun system kepercayaan atau keyakinan terhadap sesuatu, hal ini akan mempengaruhi system penilaian yang ada dalam masyarakat. Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi dalam kebiasaan, bagaimana memandang hidup dan kehidupan, cara mereka berkonsumsi, sampai dengan cara bagaimana berkomunikasi.
Bagaimana masyarakat mengembangkan dan membangun system kepercayaan atau keyakinan terhadap sesuatu, hal ini akan mempengaruhi system penilaian yang ada dalam masyarakat. Sistem keyakinan ini akan mempengaruhi dalam kebiasaan, bagaimana memandang hidup dan kehidupan, cara mereka berkonsumsi, sampai dengan cara bagaimana berkomunikasi.
·
Estetika
Estetika budaya
merupakan suatu tingkah laku atau tradisi yang dilakukan pada masyarakat di
daerah itu sendiri, seperti di Indonesia pada setiap daerahnya memiliki suatu
estetika budaya yang berbeda-beda misalnya dalam seni budaya, musik, dongeng,
dan tari-tarian.
·
Bahasa
Bahasa juga
disebut budaya, disamping itu karena bahasa juga digunakan untuk berkomunikasi
dalam aktifitas sehari-hari, terutama di Indonesia terdapat 746 bahasa daerah
yang tersebar dari sabang sampai marauke. Tidak hanya di Indonesia saja
diberbagai negara lainnya pun demikian, menggunakan bahasa untuk memudahkan
berbagai macam aktifitas dalam sehari-hari. Dan juga bahasa memiliki sifat unik
dan komplek, karena hanya dapat dimengerti oleh masyarakat sekitar saja atau
dalam satu lingkup daerah saja, jadi belum tentu masyarakat yang tinggalnya
berbeda antara daerah satu dengan daerah lainnya itu bias mengerti dan memahami
bahasa tersebut.
2.3
Hubungan Antara Manusia Dengan Budaya
Ada banyak
alasan mengapa bisa dikatakan manusia itu tidak bisa dilepaskan dari suatu
kebudayaan atau manusia itu selalu dihubungkan dengan kebudayaan, dan hamper
setiap aktifitas yang dilakukan manusia adalah sebuah kebudayaan. Dari
sehari-hari mereka melakukan berbagai rutinitas yang sama disuatu tempat kerja,
sekolah, kampus, dsb. Serta dalam berbagai kebudayaan yang dilakukan pada
setiap manusia dapat menerapkan suatu budaya untuk taat pada aturan yang telah
ditetapkan pada suatu tempat.
Walaupun pada
awalnya ada beberapa peraturan yang dibuat untuk dipatuhi oleh manusia karena
banyaknya suatu tingkah laku manusia yang tidak layak untuk dilihat atau
dicontoh oleh masyarakat yang berada disekitar. Ada pun yang diungkapkan
dari para ahli antropolog yang menyatakan bahwa kebudayaan itu justru merupakan
“alam manusia” dan semua manusia memiliki kemampuan untuk menyusun
pengalamannya sendiri, menterjamahkan penyusunan ini
secara simbolis berkat kemampuan berbicara dan mengajar paham
tersebut kepada manusian lainnya. Karena manusia mendapati kebudayaan lewat
proses belajar enkulturisasi dan sosialisasi, dan dari kecil
sudah mengetahui apa-apa saja yang dilakukan oleh orang tuanya dalam kegiatan
sehari-hari, jadi manusia akan terbiasa dengan apa yang dilihatnya dan
melakukannya secara berulang-ulang. Orang yang tinggal di tempat yang berbeda
atau keadaan yang berbeda, mengembangkan kebudayaan yang berbeda. Para
antropolog juga mengemukakan bahwa melalui kebudayaan, orang dapat menyesuaikan
diri dengan lingkungannya secara atau mendapatkan dari lingkungan dan pergaulan
sekitar (non-genetik), sehingga orang yang tinggal di lingkungan yang berbeda
sering akan memiliki kebudayaan yang berbeda. Teori antropologi
terutama berasal dari kesadaran dan minat masyarakat akan perselisihan antara
segi lokal (kebudayaan tertentu) dan global (kemanusiaan secara umum, atau
jaringan hubungan antara orang di tempat atau keadaan yang berbeda) yang
terdapat di suatu daerah tertentu atau dearah lainnya.
2.4
Cara Budaya Membentuk Pola Pikir Manusia
Manusia
memiliki cara pandang yang berbeda sesuai dengan apa yang mereka dapat dari
kebudayaan masing-masing, yang dimaksud dengan kebudayaan masing-masing itu
berdasarkan asal tempat tinggal mereka, kepercayaan mereka, pandangan politik
yang mereka pelajari. Sehingga tidak semua manusia itu sama dari cara berfikir
mereka, maka dari itu manusia memiliki tingkah laku yang berbeda dan gaya hidup
yang berbeda pula, karena manusia terbagi atas berbagai suku yang tersebar di
berbagai belahan dunia dan khususnya di Indonesia sebagai negara yang memiliki
banyak kebudayaan.
Saat ini banyak
berbagai peran manusia yang digunakan untuk mencerminkan kepribadian
masing-masing, ada yang positif ada pula yang negatif, hal itu dapat di peroleh
manusia dengan cara bagaimana mereka dapat menilai suatu yang baik dan buruk
dan menganbil suatu keputusan yang tepat dalam memilih suatu tindakan yang akan
di kerjakan nantinya. Seperti sekarang banyak kasus yang terjadi akibat ulah
manusia itu sendiri, ada yang bernilai positif dan negatif itu tergantung
bagaimana cara masyarakat membentuk suatu kebudayaan masing-masing. Sebagai
contohnya banyak masyarakat melakukan suatu kegiatan positif pada setiap minggu
di daerah sekitar rumahnya dengan cara melakukan gotong royong untuk
membersihkan lingkungan untuk kepentingan bersama-sama, hal tersebut di katakan
sebagai kebudayaan karena sudah menjadi rutinitas mereka pada setiap pekan
untuk berjanji membuat suatu kegiatan dan membuat suatu tata tertib dalam
lingkungannya.
Dan juga ada
beberapa masyarakat yang membentuk suatu kebudayaan buruk di lingkungan atau di
dearahnya, karena beberapa masyarakat yang kurang peduli akan keadaan dan
situasi lingkungannya. Hal ini menyebabkan timbulnya sebuah konflik yang ada di
lingkungan sekitar seperti pertengkaran antar tetangga atau peperangan antar
daerah yang menimbulkan perpecahan darah antara satu sama lainnya, dan tidak
peduli dengan anak sendiri yang tidak melihat bagaimana perkembangan anaknya hingga
tumbuh menjadi anak yang tidak bermoral dan tidak patut di contoh untuk anak
seusianya. Hal seperti ini juga dikarenakan sifat orang tua yang keras tidak
memandang anaknya hingga nantinya anak tersebut akan mencontoh sifat dan
karakter orang tuanya, karena hal tersebut di nilai baik. Saat ini marak sekali
terjadinya berbagai perpecahan khususnya antara pelajar, hal tersebut di
karenakan tumbuhnya suatu kebudayaan yang buruk di dalam lingkungannya.
Sifat
kepedulian antar sesama manusia itu memang sangat penting untuk saling menjaga
dan saling menghormati satu sama lain dalam menjalin sautu hubungan yang erat
agar tidak menimbulkan suatu konflik, karena ada beberapa manusia yang tidak
dapat menerima suatu unsur budaya dari daerah lain yang timbul perbedaan hal
seperti ini sangat berbahaya untuk di lihat khususnya kepada generasi muda,
karena ketidakpahaman suatu budaya lain dan kurangnya pemahaman suatu budaya
berbeda yang belum pernah di lihat sampai saat ini.
BAB III
PENUTUP
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari tulisan
makalah di atas dapat di simpulkan bahwa manusia memang tidak akan terlepas
dari suatu kebudayaan. Dan kebudayaanlah yang membentuk suatu pola pikir
manusia, dan suatu kebudayaan itu tidak hanya di dapatkan hanya dari daerah
asal manusia itu lahir, dan tinggal untuk hidup di sana. Akan tetapi sebuah
kebudayaan itu juga bisa di dapatkan melalui pergaulan dan lingkungan yang di
singgahi, dari situlah manusia dapat menilai suatu keputusan yang tanggapi
untuk menjadi suatu patokan hidup.
3.2 Saran
Dapat di
sarankan bahwa banyak sekali kebudayaan di berbagai negara, dan itu sebabnya
manusia ada yang menerima dan tidak menerimanya suatu kebudayaan yang lahir,
karena bisa saja dalam waktu 1 hari muncul kebudayaan baru di suatu negara maka
dari itu kita harus menyikapi dengan seksama dan tidak mengambil tindakan yang
gegabah dalam mengambil suatu tindakan karena bila salah mengambil tindakan
akan menimbulkan suatu masalah dan dapat merugikan orang lain. Dan mulai dari
sejak dini untuk mengenalkan suatu kebudayaan daerah yang ada di negara
Indonesia khususnya untuk generasi muda agar dapat memahami budaya-budaya dari
berbagai daerah agar bisa menerima suatu kebudayaan yang berbeda dan
mempelajarinya bersama.
DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Antropologi_budaya (Tanggal 12 MEI 2014)
NAMA : DENDRY RENOVALDIO
KELAS : 1KA07
NPM : 12113164
NAMA : DENDRY RENOVALDIO
KELAS : 1KA07
NPM : 12113164
Senin, 07 April 2014
Perkembangan Budaya Lokal di Perguruan Tinggi
Perkembangan
Budaya Lokal di Perguruan Tinggi
Pendahuluan
Latar Belakang
Perguruan tinggi merupakan salah satu tempat dimana budaya lokal dapat juga
dikembangkan. kebudayaan yang lahir dari setiap pembelajaran di perguruan
tinggi akan membuat suaru perkembangan yang baru dalam kebudayaan. Karena pada
dasarnya perguruan tinggi adalah tempat dimana generasi-generasi muda
akan meneruskan atau melanjutkan pendidikannya setelah meraka lulus dari
Sekolah Menengah Atas. Di tempat seperti inilah budaya lokal dan juga seni
budaya Indonesia harus dikembangkan dan dilestarikan oleh para
generasi muda agar tetap terus berkembang dan juga agar merekaminimal mengenal
dan tau budaya lokal dan juga seni budaya dari daerahnya masing-masing.
Budaya lokal biasanya didefinisikan
sebagai budaya asli dari suatu kelompok masyarakat tertentu. budaya lokal
adalah ciri khas budaya sebuah kelompok masyarakat lokal. Akan tetapi, tidak
mudah untuk merumuskan atau mendefinisikan suatu konsep budaya. kebudayaan
hampir selalu terikat pada batas-batas fisik dan geografis yang jelas
PENGEMBANGAN BUDAYA LOKAL DI PERGURUAN TINGGI
Rumusan Masalah
Berdasarkan latar
belakang yang telah dijelaskan diatas maka masalahnya adalah :
Bagaimana pengembangan
ilmu budaya local berpengaruh di perguruan tinggi
Apa
dampak negativ bagi perguruan tinggi?
Tujuan Penulisan
Penulis bertujuan untuk
mendapat sebuah ilmu yang baru dan membagi ilmu-ilmu yang membaca artikel yang
ditulis oleh penulis.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengmbangan
Budaya Di Perguruan Tinggi
Kebudayaan di dalam
perguruan tinggi sangatlah beragam.Seperti memainkan sebuah aransemen music
modern yaitu punk,rock,metal,reggae,R&B soul dll, Terkadang kita sering
lupa akan adanya kebudayaan music yang ada di Indonesia,seperti music
tradisional yaitu gamelan,tanjidor,karapitan/sinden dlll.didalam perguruan
tinggi sendiri jarangnya kegiatan mahasiswa yang memainkan sebuah aransemen
music tradisional,karena bagi mahasiswa tersebut music itu terlalu kuno.
Apa negative bagi
kebudayaan tradisional ? mungkin kebudayaan local mungkin akan punah dan
mungkin hanya dapat diceritakan tanpa tidak bias dilihat pertunjukannya dan
tidak bisa didengar bagaimana music tradisional tersebut.
Didalam perguruan tinggi
diajarkan untuk memecahkan masalah seperti berfikiran kreatif, dan
belajar cara memecahkan masalah. Terdapat beberapa perkumpulan di dalam
perguruan tinggi, membuat aransemen seperti Popcorn (pop keroncong)disitu
mereka tidak hanya memainkan music pop tapi digabung dengan music keroncong dan
menjadi sebuah aransemen yang baru,dan enak didengarkan.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dari pembahasan diatas
saya membuat kesimpulan bahwa budaya local jangan sampai ditinggalkan karena
dapat menghilangkan suatu identitas suatu bangsa itu sendiri,mungkin peran
mahasiswa menjaga kelestarian budaya local dan mempelajari budaya local dan dapat
diajarkan kembali kepada anak cucu kita nanti.
Keseimpulan
Di dalam perguruan tinggi bertanggung
jawab mengembangkan kebudayaan lokal dari masing masing daerah tempat
berada.dan banya cara untuk memperkembangkan budaya di dalam lingkungan
perguruan tinggi maksudnya mahasiswa atau siapapun yang termasuk di dalam
kawasan sebuah salah satu perguruan tinggi harus bisa memberikan sesuatu karya
atau kreastifitas dalam memperkembangkan suatu kesinian atau kebudayaan. dan
perguruan tinggi seharusnya memiliki misi untuk mengembangkan perdidikan dan
kebudayaan. perkembangan kebudayaan atau kesenian di daerah masing masin
perguruan tinggi perlu memperlibatkan kerja sama dengan media masa dan
elektronik untuk mengembangkan sesuatu kebudayaan dan kesenian yang di buat
DAFTAR PUSTAKA
http://www.4shared.com/file/d3WZ0FS9/makalah_ilmu_sosial_budaya_das.html?cau2=403tNull&ua=WINDOWS
REFERENSI
Prasetya, Joko Tri., Drs. 2004. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : PT Rineka Cipta
Yoeti, Oka A. 1985. Budaya Tradisional yang Nyaris Punah. Jakarta : Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan
TANGGAL REFERENSI 1 – 4 – 2014
Kontribusi Budaya Lokal Pada Seni Budaya Indonesia
Kontribusi Budaya Lokal Pada
Seni Budaya Indonesia
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Indonesia merupakan Negara yang
mempunyai beragam kebudayaan, tidak dipungkirislogan “ Bhineka Tunggal Ika
“ merupakan symbol yang diakui dunia sebagai wujud dari bersatunya semua
kebudayaan . hal tersebut merupakan kedahsyatan bagaimana Indonesia bisa
mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan keutuhan bangsa padahal
memiliki suku yang berbeda-beda.
Bangsa yang plural ini , sangat
dihargai Negara lainnya
karena mampu bersatu dalam satu wadah , yaitu Negara Indonesia. Oleh karena
itu, dalam rangka mempersatukan bangsa , melestarikan budaya merupakan faktor
yang essensial . Seperti yang tertuang dalam undang-undang dasar 45 tentang
kebudayaan :
Pasal
32
(1)
Negara memajukan kebudayaan nasional Indonesia di tengah peradaban dunia dengan
menjamin kebebasan masyarakat dalam memelihara dan mengembangkan nilai-nilai
budayanya.
(2)
Negara menghormati dan memelihara bahasa daerah sebagai kekayaan budaya
nasional.
Dalam
melestarikan kebudayaan , kontribusi dari Pemerintah dan masyarakat sangatlah
penting, kedua belah pihak bertanggung jawab dalam memelihara dan melestarikan
budaya. Adanya kesediaan dari Pemerintah untuk membantu mempertahankan budaya ,
dan adanya rasa nasionalisme dari masyarakat kita , maka terpenuhilah semua
kewajiban itu.
Masyarakat
Indonesia merupakan masyarakat yang majemuk dalam berbagai hal, seperti
keanekaragaman budaya, lingkungan alam, dan wilayah geografisnya.
Keanekaragaman masyarakat Indonesia ini dapat dicerminkan pula dalam berbagai
ekspresi keseniannya. Dengan perkataan lain, dapat dikatakan pula bahwa
berbagai kelompok masyarakat di Indonesia dapat mengembangkan keseniannya yang
sangat khas. Kesenian yang dikembangkannya itu menjadi model-model pengetahuan
dalam masyarakat.
Multikultural
semua orang tahu, memang banyak untuk perbedaaan kultur tapi untuk bisa
memahami satu sama lain tidak cukup dengan hanya toleran. Banyak negara-negara
termasuk Perancis yang melakukan , kita tahu bahwa ada banyak perbedaan dalam
budaya tapi kita tidak bisa serta merta mengatakan bahwa kebudayaan itu suatu
kemajemukan. Karena sering kali arus balik timbul konflik .
Pemahaman
tentang keragaman budaya yang diimplementasikan dengan baik akan membawa
kedamaian.Menarik isu bagaimana bisa mendamaikan banyak pihak yang bisa sangat
berbeda latar belakang budaya. Itu tidak bisa hanya semata-mata slogan dengan
suatu kekayaan budaya. Karena jauh lebih penting kita melihat kenyataan bahwa
perbedaan itu ada muncul potensi konflik permasalahan juga, tapi bagaimana kita
mengelola tanpa menutup mata terhadap perbedaan tadi.
Untuk
mencegah pengaruh yang buruk, dan upaya untuk melestarikan dan mempersatukan
budaya perlu adanya KONTRIBUSI dari semua pihak.
Kontribusi adalah Segala bentuk
tindakan dan pemikiran yang bertujuan untuk mewujudkan sebuah cita-cita
bersama.
Kontribusi
pemerintah dan masyarakat merupakan wujud dari sebuah pengabdian dalam
mewujudkan tujuan cita-cita bangsa dalam membesarkan Negara ini , salah satunya
yaitu melestarikan budaya.
Kontribusi
pemerintah dalam melestarikan kebudayaan adalah :
1. Mempublikasikan kebudayaan
Indonesia kepada dunia seperti dengan memanfaatkanmedia cetak,
maupun elektronik ;
2.
Memberikan perhatian yang penuh terhadap kebudayaan – kebudayaan daerah agar
kebudayaan tersebut tidak luntur dari masyarakat / agar tidak punah;
3.
Memberi kesempatan setiap daerah dalam melestarikan budaya-nya seperti lewat
pariwisata;
4.
Menjaga kebudayaan dengan menciptakan stabilitas Negara yang aman dan kondusif;
5.
Menciptakan perekonomian yang stabil sehingga pariwisata yang berhubungan
dengan pelestarian budaya ikut berkembang dengan baik.
Selain
itu, kontribusi masyarakat dalam pelestarian kebudayaan yaitu :
1.
Ikut mempromosikan kebudayaan daerah mereka kepada masyarakat dunia melalui
media apa saja, seperti media cetak ataupun elektronik , bahkan dari mulut ke
mulut juga merupakan ajang promosi budaya yang ampuh;
2.
Ikut memperkenalkan dan mengajarkan kebudayaan kita kepada anak , cucu ,
kerabat atau semua keluarga agar kebudayaan tersebut tidak luntur dan tetap
mendarah daging dalam diri kita;
3.
Memberi kesempatan kepada kebudayaan lain dalam memperkenalkan kebudayaan
mereka, hal tersebut mampu menambah wawasan kita dalam memahami kebudayaan
orang lain;
4.
Menjaga kebudayaan tidak hanya yang berbentuk kesenian namun, sikap dan
perilaku masyarakat harus mewujudkan pribadi yang Pancasila;
5.
Ikut menjaga dan menciptakan lingkungan yang kondusif dalam bermasyarakat
sehingga tercipta masyarakat madani yang berbudaya.
B. Tujuan
Tujuan
dari pembuatan makalah ini yaitu :
·
agar
mahasiswa mampu memahami kontribusi pemerintah dan masyarakat dalam
melestarikan kebudayaaan;
·
mamapu
mengaplikasikan dalam kehidupan sehari – hari dalam upaya pelestarian budaya,
dan bagi Pemerintah mampu memberikan sumbangsih terhadap pelestarian budaya
·
Mampu
meningkatkan kesadaran masyarakat secara luas , agar ikut berkontribusi dalam
pelestarian budaya dan memahami mengapa kita perlu melestarikan kebudayaan;
C. Sasaran
Makalah
ini ditujukan untuk semua pembaca, baik blogger maupun masyarakat luas mengenai
kontribusi pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan budaya. Ada beberapa
point sasaran yang perlu diperhatikan yaitu :
a.
Mampu memahami dasar kebudayaan sehingga ikut berperan dalam melestarikan
budaya
b.
Masyarakat yang berjiwa Pancasila mempunyai integritas budaya yang tinggi
c.
Bersikap terbuka dan tanggap dengan lingkungan sekitar
d.
Kontribusi dalam bermasyarakat.
BAB II
RUMUSAN MASALAH
Analisis
permasalahan kontribusi pemerintah dan masyarakat dalam melestarikan kebudayaan
dengan memperhatikan dan mempertimbangkan kondisi lingkungan internal
maupun eksternal dilihat dari aspek :
1.
Kekuatan (Strength)
§
Pendekatan budaya yang terwujud dari rasa Nasionalisme warga Indonesia.
Pemuda
dan pemudi Indonesia banyak yang memperlihatkan kemampuannya di berbagai
panggung budaya;khususnya yang menyangkut seni dan ilmu pengetahuan. Seperti
yang dilakukan Nana Krit , “Pengalaman dirinya yang di masa lalu pernah
dibilang seperti nenek-nenek tatkala mengenakan batik tak membuatnya surut,
bahkan hingga kini ia masih getol mempromosikan , mengenakan dan mengoleksi
batik”. ( Kompas, 29 Oktober 2011 :12)
Adanya
wadah kesenian yang ada di masyarakat seperti sanggar-sangar seni budaya ,
adanya Festival budaya yang merupakan ajang memperkenalkan kebudayaan,
§
Meningkatnya apresiasi terhadap aset budaya, termasuk seni. dan meningkatnya
sistem pengelolaan, termasuk sistem pembiayaannya, sehingga aset budaya dapat
berfungsi optimal sebagai sarana edukasi, rekreasi, dan pengembangan
kebudayaan.
Adanya
kegiatan – kegiatan budaya yang di sponsori oleh perusahaan atau yayasan swasta
seperti kontribusi perusahaan swasta yang dilakukan oleh KOMPAS yang masih
berpegang teguh dengan menggunakan bahasa yang baik dalam media cetaknya
terlihat dengan di berikannya penghargaan media berbahasa terbaik untuk harian
“ KOMPAS “ oleh Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan
dan kebudayaan dalam puncak acara Bulan bahasa 2011 serta Gerakan Nasional Cinta
Bahasa Indonesia di Jakarta. ( Kompas, 29 Oktober 2011 :12)
§
Adanya peraturan yang jelas mengenai Pelestarian budaya yamg dilakukan
Pemerintah.
Seperti
yang tertuang dalam UUD 45 pasal 32 yang menjelaskan tentang pelestarian
budaya, terlihat jelas bahwa Negara menjamin , menghormati dan memelihara
kebudayaan bangsa. Bahkan wujud dari pedulinya Pemerintah terhadap kebudayaan
bangsa bisa terlihat dengan banyaknya kegiatan – kegiatan pemerintah dalam
pergaulan Internasional dengan membawa seni kebudayaan bangsa lewat pertukaran
pelajar , kunjungan kerja maupun kegiatan lain; Penerbitan pedoman Etika
Kehidupan Berbangsa:Rumusan dan Program Aksi yang merupakan penjelasan
operasional dari TAP MPR-RI No. VI/2001 tentang Etika Kehidupan Berbangsa
sebagai tanggapan terhadap situasi krisis moral dan etika saat ini;
§
Adanya tujuan yang jelas dari peraturan Pemerintah mengenai pelestarian
kebudayaan yang diserahkan kepada pemerintah daerah .
Otonomi
daerah yaitu pengelolaan kekayaan budaya merupakan kewenangan pemerintah daerah
.Hasil yang telah dicapai dalam upaya pengelolaan kekayaan budaya seperti
penetapan Tana Toraja, Jatiluwih, Pakeran, dan Pura Taman Ayun dalam
daftar nominasi Warisan Dunia (UNESCO World Heritage List);
2.
Kelemahan (Weakness)
§
Masyarakat cenderung lebih cepat mengadopsi Budaya asing daripada melestarikan
budaya sendiri.
Derasnya
arus globalisasi mengakibatkan makin menipisnya batas-batas negara, terutama
dalam konteks sosial budaya sehingga tidak ada budaya yang steril dari pengaruh
budaya global . Globalisasi yang ditandai dengan pesatnya kemajuan teknologi
komunikasi dan informasi berpengaruh pada dinamika sosial dan budaya masyarakat
sehingga nilai-nilai solidaritas sosial, kekeluargaan, keramahtamahan,
dan rasa cinta tanah air yang pernah dianggap sebagai kekuatan pemersatu dan
ciri khas bangsa Indonesia cenderung makin pudar bersamaan dengan menguatnya
nilai-nilai materialisme.
§
Masih rendahnya apresiasi masyarakat terhadap kebudayaan selain seni .
Masyarakat
Indonesia yang terdiri dari bangsa yang beragam tentunya tidak sekedar seni
daerah tapi juga bahasa atau seluruh hal yang terkait dengan perwujudan suatu
kebudayaan. Kurangnya minat baca masyarakat dan lambatnya pertumbuhan budaya
kewirausahaan yang bersifat progresif dan berorientasi pada ilmu pengetahuan
dan teknologi (iptek);
§
Peraturan Pemerintah yang sudah jelas namun kurang tersosialisasi.
Adanya
peraturan yang jelas dari pemerintah bukan jaminan untuk segera terealisasi
program tersebut , adanya kendala tentang komunikasi dari semua pihak maka
tujuan utana dari peraturan tersebut akan percuma .
§
Kurangnya pemahaman, apresiasi, dan komitmen pemerintah daerah di dalam
pengelolaan pelestarian budaya berdampak pada makin menurunnya kualitas
pengelolaan kebudayaan.
Tanpa
adanya pemahaman , apresiasi dan komitmen dalam meleestarikan kebudayaan maka
tidak akan timbul kontribusi yang bermanfaat bagi perkembangan kebudayaan .
3.
Peluang (Opportunity)
§
Banyaknya pendekatan kebudayaan sebagai wujud rasa cinta tanah air.
Pendekatan
budaya yang dimaksud seperti mengunjungi kantong – kantong budaya Indonesia ,
seperti yang dilakukan Noviendi yang mendatangi 30 provinsi dari 33 provinsi
yang ada, dan berkembangan interaksi yang harmonis antarkelompok masyarakat
yang memperkuat semangat keindonesiaan; dan berkembangnya berbagai wujud ikatan
kebangsaan (keterikatan rasional dan emosional).
§
Maraknnya atau menjamurnya acara dalam media informasi tetntang kebudayaan
daerah
Dengan
adanya acara – acara atau kegiatan tersebut secara tidak langsung mampu
memperkenalkan budaya antar daerah sehingga fungsi informasi dan edukasi mampu
terwujud kepada masyarakat luas;
§
Terciptanya stabilitas Negara yang aman yang membuat semakin berkembangnya
kebudayaan bangsa,
Kontribusi
pemerintah dalam bidang ini sangatlah besar , dengan peraturan yang ada
Pemerintah mampu mengendalikan stabilitas keamanan & stabilitas ekonomi
bangsa.
§
Dengan adanya Perda Otonomi Daerah, kebudayaan daerah mampu berkembang.
Pelestarian
kebudayaan tidak lagi tergantung pada Pemerintah Pusat, PEMDA mampu menunjukkan
arah kemana pelestarian kebudayaanya . Masyarakatpun bisa lebih ikut andil
dalam melestarikan kebudayaannya.
4.Tantangan/Hambatan
(Threats)
§
Terhambatnya pelestarian Kebudayan oleh Masyarakat hanya karena masalah materi.
tergantungnya
masyarakat pada Aspek materiil mempersempit ruang pelestarian kebudayaan, masih
kurangnya kemampuan ekonomi berakibat pada penjualan aset kebudayaan bangsa.
§
Penetrasi kebudayaan asing membuat generasi muda kehilangan jati diri.
Dalam
berkontribusi melestarikan kebudayaan , kita tidak boleh kehilangan jati diri,
kebudayaan bangsa ini akan terlihat dari karakter pribadi .
§
Banyaknya konflik yang timbul sebagai akibat salahnya pemahaman antar
kebudayaan.
Peran
pemerintah disini adalah sebagai polisi kebudayaan yang mampu menjadi penjaga
serta pemersatu jika terjadi kesalahpahaman tersebut.
§
Makin menurunnya kualitas pengelolaan kekayaan budaya .
menurunnya
kualitas pengelolaan kekayaan budaya disebabkan dari berbagai factor seperti
Pengelolaan kekayaan budaya belum sepenuhnya menerapkan prinsip tata
pemerintahan yang baik (good governance) sehingga kualitas layanannya kurang
optimal.
BAB III
SIKAP HORMAT KEPADA ALAM
Menghormati
alam berarti bahwa alam dilihat manusia sebagai pemberian yg memperkaya hidpup
nya dan menantang kreativitas nya. Di negri mesir kuno, matahari dipuja sebagai
dewi Ra. banyak suku menyembah api.
Contoh-contoh ini membuktikan bahwa manusia sedemikian menyadari
ketergantungannya pada cahaya dan api, sehingga kedua nya di dewa kan.
Agama-agama besar di zaman ini menyembah allah sebagai pencipta alam.
Pergeseran itu tidak boleh mengakibat kan perubahan sikap terhadap alam. Sadar
akan ketergantungan pada alam raya, manusia sampai kepada kesadarannya akan
keterantungan nya pada allah.
KESIMPULAN DAN REKOMENDASI
Kesimpulan
Mengembangkan
dan memperkuat jati diri bangsa, pengelolaan keragaman budaya, dan pengembangan
berbagai wujud ikatan kebangsaan merupakan wujud dari kontribusi masyarakat dan
Pemerintah dalam melestarikan kebudayaan;
Meningkatkan
kemampuan bangsa dalam melestarikan budaya dan untuk menciptakan keserasian
hubungan, baik antarunit sosial dan budaya maupun antara budaya lokal dan
budaya nasional, dalam bingkai keutuhan NKRI;
Kesadaran
masyarakat dalam melestarikan kebudayaan , termasuk seluruh apresiasi yang
dilakukan masyarakat dalam melestarikan budaya merupakan wujud rasa cinta
terhadap tanah air;
Kontribusi
Pemerintah dan masyarakat secara luas adalah saling terkait dan tidak bisa
berjalan sendiri – sendiri.
Rekomendasi
Peran
Pemerintah :
Pemerintah
merupakan komando dalam melestarikan kebudayaan sehingga Pemerintah harus lebih
memberikan kesempatan dan memberikan peluang bagi kebudayaan daerah maupun
kebudayaan nasional
yang
belum berkembang yaitu dengan meningkatkan perekonomian, pendidikan dan
stabilitas nasional, selain itu kerjasama antar Negara juga diperlukan guna
memperkenalkan kebudayaan bangsa .
Peran
Masyarakat:
Masyarakat
adalah cermina dari suatu bangsa , suatu bangsa akan dihargai dengan
kebudayaannya sehingga, kita sebagai Masyarakat hendaknya selalu menjag dan
ikut mempertahankan kebudayaan agar tidak diklaim oleh Negara lain.
DAFTAR
PUSTAKA
Sumber :
NIN. Pemuda berperan dalam
pengembangan Budaya. Jakarta : Kompas . 2011.
Referensi
Buku
Ilmu Budaya Dasar Buku Panduan C 2001, 1992 Asosiasi PerguruanTinggi Katolik
(APTIK) Diterbitkan oleh PT Prenhallindo
30 – 03 – 2014 SENIN
NAMA : DENDRY RENOVALDIO
NPM : 12113164
KELAS : 1KA07
Langganan:
Postingan (Atom)